UNIVERSE

Reader, Backpacker, and Social Worker ‚ô•

17 Oct
Kawan, kesendirian itu bukanlah aib. Kamu doakan saja semoga aku mampu menjaga kehormatan dan aqidah diri ini. Aamiin.

dinnaamaliar

08 Oct
Aku suka dengan konsep kita menjaga jarak. Membiarkan rasa ini tetap ada. Menumbuhkan rasa rindu yang menggelora. Menjatuhkan nama dalam telapak tangan berdoa. Semoga kita senantiasa berusaha.

dinnaamaliar

29 Sep

20 Facts About Me!

Well, I got a challenge from @anggipratame @aktiandary @pararanran to write #20factsaboutmyself, here we go!

1. Nama lengkap Dinna Amalia Rahmah. Harusnya sih dipanggil Dinna, suka kesel kalo ada yang nulis Dina doang tanpa huruf N-nya double pft. Tapi banyak juga yang manggil Din, Na, bahkan Udin ~

2. Anak tunggal, karena tiga (calon) adik gue keguguran.

3. Extrovert, ceriwis, lincah, dan (agak) manja hahaha yang terakhir sifat jelek sih, makanya lagi usaha biar bisa mandiri. Doakan!

4. Sukaaaaaa banget jalan-jalan. Bahkan kalo lagi iseng banget terkadang jalan-jalan sendiri.

5. Dulu pas kecil benci banget difoto. Bahkan pas TK, mau foto kelas aja sampe nangis-nangis dulu hahaha. Percaya ga? ;)

6. Dulu pas SMA pernah ikutan MLM Sophie Martin dan jadi Best New Comer. Bahkan uang hasilnya digunakan buat bayar UTM IPB dan tabungan. Alhamdulillah~

7. Bookworm cause book is one of my fave items ever. Pas kecil setiap dua minggu sekali pasti ke toko buku, dan dibeliin komik atau bacaan anak! I’d prefer to buy books than other stuff :3

8. Pas SD pernah jadi ketua genk dengan nama 7stargirls, bahkan suka ngebully anak-anak lain dan sok berkuasa gitu di kelas. Oh crap!

9. If I’m going somewhere with my friends, those friends should have my daddy’s number or the opposite haha. Yeah, I always be his lil-daughter-ever :3

10. Pertama kali pacaran pas SD. Hahahaha. Cuma bertahan 7bulan ala ala anak kecil lah. Ampun ya Allah ampuuuuuun hehe.

11. Enggak suka sama kecoak! Banyak banget pengalaman buruk sama makhluk satu ini. Kalau dia muncul, biasanya gue teriak dan akan loncat kesana-kemari sambil nyuruh orang buat ngusir kecoak itu.

12. Gue itu orangnya perfeksionis, semua hal harus sempurna! Pernah berantem sampe nangis-nangis karena dapet temen sekelompok yang kalo ngerjain tugas seadanya aja.

13. Suka banget sama pelajaran Biologi, cita-cita maunya jadi Guru Biologi. Tapi malah terdampar masuk KPM IPB hahaha.

14. Gue dari awal masuk kuliah udah nargetin akan dapet cumlaude. Alhamdulillah tercapai. Yeay!

15. Sejak Januari 2013 jadi suka banget naik gunung! Udah pernah mendaki Slamet, Pangrango, Papandayan, Prau, Merbabu, Gede, dan Cikuray. Masih banyak list gunung yang harus didaki, semangat Din!

16. Gue orangnya ga tega-an, jadi kalau ada yang minta tolong ke gue pasti jarang gue tolak. Dan jugaaa bisa sedih banget kalo ada yang marah/kesel sama gue :(

17. Suka banget dikasih surprise dan ngasih surprise. Will you gimme one? Hahaha.

18. Enggak terlalu suka cokelat, lebih prefer ke keju sih or something spicy and tasty :D

19. Gue suka banget sama Mickey dan Minnie Mouse. Bahkan pas kecil hampir semua barang gue ada gambar mereka. Dan masih berkeinginan suatu saat ke Disneyland dan foto bareng pelukan sama mereka berdua. Aamiin.

20. Kalo lagi ngomong sama orang, biasanya gue suka menggerakkan anggota tubuh haha bahkan tubuhnya aktif berbicara. Terkadang juga suka gue tepuk-tepuk lawan bicaranya itu. Maap yaaa yang suka gue tepuk-tepuk haha. Peace!

Thats me! So, I dare the 20 person that I tag in this photo. Write yours! :D

25 Sep
Mungkin kita tak menyadari, bahwa ada pihak yang selalu tersakiti oleh lisan atau perilaku kita. Bahkan, sekedar maaf saja terkadang tak cukup.

kamu yang pemaaf :)

25 Sep
Kawan, kau harus tetap memperjuangkan apa yang kau inginkan, tak peduli meski hanya sebesar dzarrah yang tersisa.
  • Tagged:
  • Noted: 2 notes
  • Reblogged:
24 Sep

Butuhkah pembuktian?

Pembuktian, tidaklah sama dengan kata kepastian.
Setau aku, pembuktian memang paling valid jika dengan perbuatan.
Lalu, apa yang harus aku lakukan untuk membuktikan rasa ini?
Ah, jangan tanya kepada siapa.
Cuma kamu, dan hanya kamu.

Ingat? Dulu kamu selalu gembar-gembor soal diamnya sebuah perasaan.
Soal adanya rasa yang terkadang  tak perlu dibuktikan.
Soal hati yang tak perlu tahu bahwa ia dicintai.
Soal bahagianya mencintai secara diam-diam.

Ah bullshit! Aku sudah membuktikannya.
Aku sudah diam atas perasaan ini.
Aku tak membuktikannya kepadamu.
Lantas, apa yang aku dapat?
Kau bersama yang lainnya saat ini.
Kau yang mencari kepastian itu sendiri.
Kau yang mengabaikan diamnya aku dari pembuktian.

Kau……..
Ah, aku sudah tak tahu harus menulis apa lagi.
Tak ada kata yang bisa menggambarkan betapa munafiknya dirimu.
Tak ada kata yang bisa menggambarkan betapa nelangsanya diriku.
Diriku terdiam dari pembuktian yang seharusnya bisa dilakukan.